JALUR GAZA – Israel memutuskan jaringan internet dan komunikasi di Jalur Gaza membuat 2,3 juta penduduknya kehilangan kontak satu sama lain dan dunia luar. Itu dilakukan saat militer Zionis Israel meningkatkan serangan udara dan memperluas operasi darat di wilayah tersebut.

Pengumuman militer Israel tersebut mengisyaratkan bahwa mereka semakin dekat untuk melakukan invasi besar-besaran ke Jalur Gaza. Israel telah berjanji akan menghancurkan kelompok militan Hamas yang berkuasa setelah serangan berdarah mereka tiga minggu lalu.

Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com pada Sabtu, 28 Oktober 2023 – 09:47 WIB oleh Berlianto dengan judul “Israel Isolasi Jalur Gaza! Putuskan Internet dan Komunikasi”. Untuk selengkapnya kunjungi:
https://redaksi-independen.com/wp-admin/post-new.php/1237201/43/israel-isolasi-jalur-gaza-putuskan-internet-dan-komunikasi-1698459031

Israel Melancarkan Serangan Terhadap Gaza Seiring Mereka Memperluas Operasi  Daratnya - RakyatPos Network

Ledakan akibat serangan udara yang terus menerus menerangi langit Kota Gaza selama berjam-jam setelah malam tiba. Penyedia telekomunikasi Palestina, Paltel, mengatakan pemboman tersebut menyebabkan gangguan total terhadap layanan internet, seluler, dan telepon rumah. Pemutusan hubungan ini berarti bahwa korban akibat serangan dan rincian serangan darat tidak dapat segera diketahui. Meski begitu beberapa telepon satelit tetap berfungsi.

“Saya sangat takut hal ini akan terjadi,” kata Wafaa Abdul Rahman, direktur organisasi feminis yang berbasis di kota Ramallah, Tepi Barat, seperti dikutip dari AP, Sabtu (28/10/2023).

Dia mengatakan dia sudah berjam-jam tidak mendengar kabar dari keluarganya di Gaza tengah.

“Kami telah melihat hal-hal mengerikan dan pembantaian ini ketika disiarkan langsung di TV, jadi sekarang apa yang akan terjadi jika terjadi pemadaman listrik total?” katanya, mengacu pada pemandangan keluarga-keluarga yang rumahnya hancur akibat serangan udara selama beberapa minggu terakhir.

Tanpa listrik, komunikasi, dan air, banyak dari mereka yang terjebak di Jalur Gaza tidak punya pilihan selain menunggu di rumah atau mencari tempat yang relatif aman di sekolah dan rumah sakit ketika Israel memperluas pemboman pada Sabtu pagi.

Sepanjang malam, ledakan menembakkan semburan api oranye di cakrawala Kota Gaza, menyinari awan asap putih yang menggantung di udara dari serangan udara sebelumnya. Beberapa ledakan terjadi secara berkelompok, tampaknya terjadi di lokasi yang sama, dengan bola api yang disusul beberapa detik kemudian dengan ledakan keras.

Koordinator Kemanusiaan PBB untuk wilayah pendudukan, Lynn Hastings menulis di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, bahwa tanpa saluran telepon dan internet, rumah sakit dan operasi bantuan tidak akan dapat beroperasi.

Bulan Sabit Merah mengatakan mereka tidak dapat menghubungi tim medis dan warga tidak dapat lagi memanggil ambulans, yang berarti tim penyelamat harus mengejar suara ledakan untuk menemukan korban luka.

Kelompok bantuan internasional mengatakan mereka hanya mampu menghubungi beberapa staf melalui telepon satelit.

Komite Perlindungan Jurnalis menyatakan kekhawatirannya dan mengatakan bahwa dunia kehilangan wawasan mengenai realitas konflik. Laporan ini memperingatkan bahwa kekosongan informasi dapat diisi dengan propaganda mematikan, disinformasi, dan misinformasi.

Ketiadaan internet dan telepon memberikan pukulan lebih lanjut terhadap sistem medis dan bantuan di Jalur Gaza yang menurut para pekerja bantuan sudah berada di ambang kehancuran. Mereka kewalahan karena banyaknya korban luka dan kehabisan pasokan di bawah pengawasan Israel selama berminggu-minggu.

Lebih dari 1,4 juta orang telah meninggalkan rumah mereka, hampir setengahnya memadati sekolah dan tempat penampungan PBB. Pekerja bantuan mengatakan sedikit bantuan yang diizinkan Israel masuk dari Mesir dalam seminggu terakhir hanyalah sebagian kecil dari jumlah yang dibutuhkan.

Ratusan ribu orang masih berada di Gaza utara, tidak mampu atau tidak mau mengungsi ke selatan seperti yang diperintahkan Israel. Selebaran Israel yang dijatuhkan di Gaza mengatakan mereka yang tetap tinggal mungkin dianggap “kaki tangan” Hamas.

Korban tewas warga Palestina di Gaza telah melonjak melewati 7.300 orang, lebih dari 60% di antaranya adalah anak di bawah umur dan perempuan, menurut Kementerian Kesehatan setempat. Jumlah keseluruhan korban tewas jauh melebihi total korban jiwa dalam empat perang Israel-Hamas sebelumnya, yang diperkirakan mencapai 4.000 jiwa.

Lebih dari 1.400 orang terbunuh di Israel selama serangan Hamas pada 7 Oktober. Menurut Pemerintah Israael, lebih dari 229 orang disandera.

Israel Tingkatkan Operasi Darat di Gaza, Hamas Bersumpah Gunakan Kekuatan Penuh

Israel Tingkatkan Operasi Darat di Gaza, Hamas Bersumpah Gunakan Kekuatan Penuh

JALUR GAZA – Kelompok pejuang Palestina Hamas mengatakan militannya di Jalur Gaza siap menghadapi serangan Israel dengan kekuatan penuh. Pernyataan itu dikeluarkan setelah militer Israel memperluas serangan udara dan daratnya ke daerah kantong Palestina itu.

Kelompok militan Palestina yang menguasai Gaza itu mengatakan para pejuangnya bentrok dengan pasukan Israel di daerah dekat perbatasan dengan Israel setelah negara zionis itu melaporkan peningkatan serangan di Gaza.

Sayap bersenjata Hamas mengatakan pada Jumat malam bahwa para pejuangnya bentrok dengan pasukan Israel di kota Beit Hanoun di timur laut Gaza dan di daerah tengah Al-Bureij.

“Brigade Al-Qassam dan seluruh kekuatan perlawanan Palestina sepenuhnya siap menghadapi agresi (Israel) dengan kekuatan penuh dan menggagalkan serangannya,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan pada Sabtu pagi.

“Netanyahu dan tentaranya yang kalah tidak akan mampu meraih kemenangan militer apa pun,” sambung pernyataan itu mengacu pada perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu, seperti dilansir dari The Globe and Mail, Sabtu (28/10/2023).

Pasukan darat Israel telah berkumpul di luar Gaza, di mana Israel telah melakukan kampanye pemboman udara yang intens sejak serangan 7 Oktober oleh ratusan anggota bersenjata Hamas terhadap komunitas Israel di dekat jalur tersebut. Israel mengatakan 1.400 orang, sebagian besar warga sipil, tewas dan lebih dari 200 orang disandera, beberapa di antaranya warga negara asing atau berkewarganegaraan ganda Israel.

Sejak itu, otoritas kesehatan Palestina mengatakan, pemboman Israel telah menewaskan lebih dari 7.000 warga Palestina.

“Selain serangan yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir, pasukan darat memperluas operasi mereka malam ini,” kata juru bicara militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari pada konferensi pers yang disiarkan televisi pada Jumat malam, menimbulkan pertanyaan apakah invasi darat ke Gaza yang telah lama dinantikan akan dimulai.

Baca Juga : https://redaksi-independen.com/

Sekjen PBB Singgung Pelanggaran Hukum di Gaza, Israel Marah!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *