Jakarta, https://redaksi-independen.com/ – Konflik berdarah masih terus terjadi di jalur Gaza. Israel masih melancarkan serangan ke wilayah itu untuk menumpas kelompok Hamas.

Hamas sendiri sebelumnya melancarkan serangan multi-cabang melalui darat, laut dan udara dan menyusup ke Israel, menewaskan lebih dari 1.000 orang dan menculik 200 orang. Kelompok itu berdalih hal ini merupakan pembalasan penyerbuan Al-Aqsa di awal tahun dan pendudukan pemukim Yahudi.

Sebagai tanggapan, Israel membalas dengan serangan udara ke Jalur Gaza, daerah kantong Palestina yang dikuasai oleh Hamas. Sejak itu, daerah ersebut menjadi sasaran pemboman udara selama berhari-hari.

Badan-badan hak asasi manusia mengecam krisis kemanusiaan yang semakin parah di Gaza. Di mana makanan, air dan listrik hampir habis setelah Israel memutus pasokan.

Pada Selasa malam, rumah sakit Baptist Al-Ahli di Kota Gaza dibom, menewaskan ratusan orang dan memicu protes di Timur Tengah dan sekitarnya. Rumah sakit tersebut berfungsi sebagai tempat berlindung bagi mereka yang mencari perlindungan dari serangan udara Israel.

Serangan itu pun telah menaikan jumlah korban jiwa warga sipil dan anak-anak di Gaza. Berikut perkembangan terbarunya sebagaimana dikumpulkan CNBC Indonesia, Kamis (19/10/2023):.

Korban Tewas Tembus 5.540

13 Update Baru Gaza: Korban Tewas 5.500, Tank Israel Mendekat

Mengutip Al-Jazeera angka korban tewas kini menembus total 5.540 jiwa. Kematian di Gaza misalnya, mencapai 4.137, di mana 1.524 adalah anak-anak, 1.000 manita, termasuk 11 jurnalis.

Sementara Israel sendiri mengklaim 1.403 orang tewas, di mana 306 pasukan dan 57 polisi. Sedangkan 4.629 orang dilaporkan terluka.

Ratusan Orang Berdemo di Qatar

Demo Pro-Palestina Meluas, Israel Evakuasi Staf Kedutaan dari Negara Arab - redaksi-independen.com.com

Ratusan orang dari berbagai negara berkumpul di Masjid Imam Muhammad bin Abdul Wahhab di Doha, Qatar. Mereka mengekspresikan solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza dan memprotes serangan tanpa henti Israel terhadap wilayah itu.

Usai salat Jumat, massa mengibarkan bendera, membawa spanduk dan meneriakkan slogan-slogan. Beberapa meneriakkan “Palestina Merdeka” dan mengakhiri pendudukan Israel.

“Kami di sini hari ini menentang kekejaman yang dilakukan oleh Zionis di Gaza dan tempat lain di Palestina. Mereka melakukannya sejak tahun 1948, mereka mengusir kami saat itu dan sekarang mereka mencoba melakukan hal yang sama di Gaza,” kata Yousef Kiblawi, 49, seorang warga Palestina, yang merupakan manajer di sebuah perusahaan minyak dan gas di Qatar.

“Kami datang ke sini sebagai bentuk solidaritas dengan saudara-saudari kami di Gaza. Kami menentang kekejaman yang dilakukan Israel. Kami mendesak komunitas internasional untuk campur tangan dan menghentikan pemboman, mengizinkan bantuan masuk ke Gaza dan menghentikan kegilaan yang dimulai oleh Israel,” kata Sheikh Rahman, 42, dari Bangladesh, bergabung dalam aksi tersebut bersama kedua putranya.

Arab dan ASEAN “Teriak” soal Gaza

Warga Palestina di Israel Teriak 'Yerusalem Garis Merah' saat Pawai Bendera

Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan ASEAN menyerukan “gencatan senjata permanen” di Gaza. Mereka juga meminta dibukanya akses kemanusiaan ke wilaya itu.

GCC meliputi Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Negara-negara ASEAN antara lain Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Eks PM Israel Minta Lanjutkan Serangan Udara ke Gaza

Minta Jangan Terburu-buru Operasi Darat ke Gaza, Eks PM Israel Sebut Tentara Harus Lanjutkan Serangan Udara - Manado Post

Mantan Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett meminta tentara tidak terburu-buru melakukan operasi darat ke Gaza. Menurutnya lebih bail melanjutkan serangan udara untuk saat ini.

Mengutip media sosial X, ia mengatakan Israel harus menggunakan keunggulan udaranya ketika pejuang Hamas bersembunyi di terowongan. Pejabat militer Israel mengatakan dalam beberapa hari terakhir bahwa serangan darat akan dilakukan “segera”.

Tank Israel Terlihat Satelit Diam-Diam Menuju Gaza

Foto Satelit Penampakan Kendaraan Militer Israel Dekati Gaza

Analisis citra satelit yang diambil Planet Labs, operator satelit yang berbasis di AS, mengungkap Israel mengerahkan ratusan kendaraan tempur lapis baja. Tumpukan kendaraan militer Israel yang terlihat dalam citra satelit, berada sekitar 6 km dari perbatasan utara Gaza.

Hal ini menunjukkan kemungkinan bahwa Israel memang bergegas mengerahkan pasukan dalam jarak 10 kilometer dari perbatasan. Ini merujuk invasi darat yang sebelumnya sudah diumumkan pemerintah PM Benjamin netanyahu.

“Sekitar 200 kendaraan yang diduga milik Israel dikumpulkan. Kemungkinan besar militer Israel sedang mempersiapkan invasi darat,” kata profesor studi informasi di Universitas Tokyo, Hidenori Watanabe, dikutip dari Nikkei Asia.

Foto kendaraan lapis baja yang diambil dari darat juga beredar. Berdasarkan rel kereta api, bangunan dan pepohonan yang terlihat pada foto, diketahui lokasinya berada sekitar 1,5 km sebelah utara dari tempat kendaraan teridentifikasi.

Saat memeriksa gambar yang diambil oleh Planet Labs di lokasi yang sama, terlihat lebih dari 200 objek mirip kendaraan, yang semuanya diyakini merupakan kendaraan lapis baja Israel dan lainnya. Ini berarti lebih dari 400 kendaraan dikerahkan di area tersebut.

Perang Hamas VS Israel Seret Tetangga Arab Saudi

Perang Israel vs Hamas Semakin Dekat dengan Arab Saudi

Serangan Israel ke wilayah Gaza untuk menumpas kelompok Hamas saat ini dilaporkan telah berimplikasi meluas. Terbaru, negara tetangga selatan Arab Saudi, Yaman, disebut-sebut telah terseret dalam pusaran pertempuran itu.

Mengutip Reuters, kapal perang Angkatan Laut AS, USS Carney, pada Kamis, mencegat tiga rudal jelajah dan beberapa drone yang diluncurkan oleh gerakan Houthi, yang saat ini berkuasa di Yaman. Houthi diketahui merupakan proksi Iran, yang menjadi rival nomor satu Israel di kawasan Timur Tengah.

“Kami tidak dapat mengatakan dengan pasti apa yang menjadi sasaran rudal dan drone ini, namun mereka diluncurkan dari Yaman menuju utara sepanjang Laut Merah, berpotensi menuju sasaran di Israel,” kata juru bicara Pentagon Brigadir Jenderal Patrick Ryder kepada wartawan.

PBB Beri Warning

PBB Warning Negara Asia Berpotensi Krisis Ekonomi

Memanasnya perang antara Israel dan kelompok Hamas Palestina mendorong kawasan Timur Tengah ke dalam jurang yang berbahaya, di mana muncul risiko konflik yang makin besar. Hal ini diperingatkan langsung oleh utusan PBB untuk Timur Tengah.

Tor Wennesland, Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, khawatir bahwa dunia berada di ambang jurang yang dalam dan berbahaya. Ini, tegasnya dapat mengubah arah konflik Israel-Palestina.

“Ini adalah salah satu momen tersulit yang dihadapi rakyat Israel dan Palestina dalam 75 tahun terakhir,” katanya di Dewan Keamanan PBB melalui tautan video, seperti dikutip CNBC International.

Biden Ancam Hamas, Tunjuk Putin

Putin Tunjuk Biden, Beri Pesan Menohok Ini

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengancam Hamas. Ini ditegaskannya saat berbicara mengenai perjalanan ke Israel.

Ia mengutuk Hamas dan menyebutnya bukan Palestina. Di saat yang sama ia juga menyinggung perang di Ukraina, membawa nama Presiden Rusia Vladimir Putin, dan mendesak Kongres untuk mengambil tindakan serta mengesahkan paket bantuan ke Kyiv dan Israel.

“Hamas dan Putin mewakili ancaman yang berbeda,” tegasnya dikutip dari BBC International.

“Namun mereka memiliki kesamaan. Mereka berdua ingin sepenuhnya memusnahkan demokrasi di negara tetangga,” tegasnya.

Ia menyebut Hamas telah melancarkan “kejahatan murni terhadap dunia”. Ia kembali menekankan tidak ada prioritas yang lebih tinggi bagi AS selain keselamatan warganya, yang ia sebut disandera Hamas.

Di sisi lain ia mengatakan tak akan membiarkan Putin berkuasa di Ukraina. Rusia sendiri telah melakukan operasi militer di Ukraina sejak Februari 2022.

“Dengan memastikan keberhasilan Israel dan Ukraina, hal ini sangat penting bagi keamanan nasional Amerika,” ujar Biden lagi.

Israel Ungkap Kondisi Sandera di Gaza

Kondisi Hidup di Gaza Kian Buruk Setahun Pascaperang Israel | Republika Online Mobile

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah menerbitkan informasi baru mengenai status sandera dan orang hilang yang diambil oleh Hamas. IDF mengatakan mayoritas sandera masih hidup.

Lebih dari 20 sandera berusia di bawah 18 tahun, sementara 10-20 di antaranya berusia di atas 60 tahun. Tidak jelas berapa banyak sandera yang ditahan di Gaza.

IDF mengatakan jumlah orang hilang antara 100 dan 200 orang. Sementara juru bicara sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, mengatakan dalam sebuah pernyataan video pada hari Senin bahwa jumlahnya setidaknya antara 200-250.

Juru bicaranya, Abu Obaida, mengatakan Brigade Al-Qassam menyandera sekitar 200 orang. Sisanya disandera oleh “formasi militan” lainnya di Gaza.

Ia menambahkan bahwa mereka tidak dapat menentukan jumlah pasti sandera. Karena pemboman Israel yang terus-menerus.

IDF mengatakan bahwa mereka telah mengurangi jumlah orang hilang dari 3.000 orang pada hari pertama perang menjadi 200 orang setelah mereka mengkonfirmasi lokasi mereka. Dari ratusan warga Israel yang masih belum ditemukan, IDF mengatakan mereka tidak memiliki informasi apapun mengenai lokasi mereka.

RS Gaza Makin Tertekan

13 Update Baru Gaza: Korban Tewas 5.500, Tank Israel Mendekat

Kekurangan bahan bakar, air dan listrik membuat rumah sakit (RS) di Gaza tidak berfungsi. Bahkan, dalam beberapa kasus, fasilitas kesehatan itu tidak dapat berfungsi.

Direktur CARE West Bank dan Gaza Country Director Hiba Tibi mengatakan juga mengatakan kelangkaan bahan bakar menyebabkan warga Gaza terpaksa menggunakan air yang terkontaminasi karena sebagian besar air tidak dapat diminum karena memerlukan unit pengolahan tidak berfungsi karena tak ada bahan bakar.

“Kami membutuhkan bahan bakar untuk menyalurkan air bersih ke masyarakat. Semua itu menjadi sangat rumit,” kata Tibi.

“Hal terpenting bagi kami adalah memastikan bahwa kami memiliki akses terhadap bahan bakar, untuk rumah sakit dan unit pengolahan air di Gaza,” tambahnya.

“Jika kita memiliki air, listrik, dan bahan bakar, khususnya untuk memenuhi dua kebutuhan utama ini, situasinya mungkin akan lebih baik… sehingga bisa menyelamatkan nyawa.”3

Menurut pernyataan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan ( OCHA). lebih dari 60% fasilitas perawatan primer ditutup, dan rumah sakit di Gaza berada di ambang kehancuran. RS kekurangan listrik, obat-obatan, peralatan dan personel khusus,

OHCA menambahkan bahwa semakin banyak masyarakat yang mengonsumsi air dari sumber yang tidak aman. Sehingga berisiko menyebabkan kematian dan menempatkan masyarakat pada risiko wabah penyakit menular.

Sekjen PBB ke Sinai

Sekjen PBB Frustrasi Bantuan ke Gaza Lewat Rafah Tak Diizinkan Masuk

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres telah tiba di Sinai utara, Mesir. Lembaga itu tengah berupaya untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan melintasi perbatasan Mesir ke Gaza.

“Selama hampir dua minggu, Gaza tidak menerima pengiriman bahan bakar, makanan, air dan obat-obatan. PBB memfokuskan semua upayanya untuk operasi berkelanjutan untuk memberikan bantuan kemanusiaan penting kepada rakyat Gaza,” kata juru bicara PBB dalam sebuah pernyataan. posting di media sosial.

China-Rusia Turun Tangan Bantu Gaza

Perang di Ukraina Menggila, China Turun Tangan Bantu Moskow

China dan Rusia akan berbagi posisi yang sama mengenai masalah Palestina. Hal ini dikatakan Utusan Khusus China untuk masalah Timur Tengah, Zhai Jun, pada hari Jumat setelah bertemu dengan mitranya dari Rusia di Doha, Qatar.

“China dan Rusia mempunyai posisi yang sama mengenai masalah Palestina, dan China siap menjaga komunikasi dan koordinasi dengan Federasi Rusia untuk meredakan situasi secepat mungkin,” kata Zhai, menurut media pemerintah China, CCTV.

“China menyalahkan konflik tersebut karena “fakta bahwa hak-hak nasional sah rakyat Palestina belum terjamin,” tambahnya.

Ia juga mengatakan China siap bekerja sama dengan Rusia “untuk memainkan peran positif” dalam dimulainya kembali perundingan perdamaian antara kedua belah pihak. Dirinya menambahkan bahwa Beijing “patah hati dengan banyaknya korban sipil” dalam konflik tersebut.

“Federasi Rusia siap bekerja sama dengan China untuk mendorong gencatan senjata lebih awal dan menghentikan pertempuran antara Palestina dan Israel, serta menciptakan kondisi untuk kembali ke jalur yang benar dalam masalah Palestina,” kata rekannya dari Rusia, Mikhail Bogdanov, menurut ke CCTV.

8 Negara Upayakan Damai Gaza

Erdogan Telepon Presiden Israel dan Palestina, Upayakan Perdamaian

Beberapa pemimpin dan pejabat dunia, termasuk Presiden Palestina Mahmoud Abbas, telah mengumumkan kehadiran mereka pada pertemuan puncak perdamaian di Kairo, Mesir, Sabtu. Mengutip Al-Jazeera, negara-negara akan mendiskusikan situasi di Gaza dan cara-cara untuk meredakan konflik.

Para pemimpin akan bertemu di Kairo untuk pertemuan puncak perdamaian hari Sabtu

Beberapa pemimpin dan pejabat dunia, termasuk Presiden Palestina Mahmoud Abbas, telah mengumumkan kehadiran mereka pada pertemuan puncak perdamaian di Kairo pada hari Sabtu.

Para peserta diperkirakan akan mendiskusikan situasi di Gaza dan cara-cara untuk meredakan konflik.

Sejauh ini sudah ada delapan negara yang mengonfirmasi kehadirannya. Yakni Bahrain, Siprus Mesir, Jerman, Italia, Jepang, Kuwait dan Afrika Selatan.

Presiden Dewan Eropa Charles Michel juga diperkirakan akan menghadiri pertemuan puncak tersebut.

Baca Juga Berita lain : https://redaksi-independen.com/

10 Update Perang Gaza VS Israel, Korban Tewas 4.700 Jiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *